International Day of Women and Girls in Science
|

International Day of Women and Girls in Science

Hanya ada 4 perempuan dari 216 orang peraih penghargaan nobel untuk bidang fisika sejak tahun 1901 sampai 2020 (nobelprize.org). hal ini membuktikan bahwa kurangnnya partisipasi aktif oleh perempuan ataupun anggapan dalam masyarakat selama ini bahwa perempuan kurang tepat saat berkecimpung dalam STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics) dapat menjadi salah satu faktor yang mengurungkan niat perempuan itu sendiri untuk ikut berpatisipasi.


Untuk menstimulasi keikutsertaan perempuan dalam bidang STEM Majelis Umum PBB mengadopsi resolusi A/RES/70/212 yang menyatakan 11 Februari sebagai International Day of Women and Girls in Science. Merucut juga pada salah satu poin SDGs yaitu No One Left Behind. Yaitu kewajiban negara memberikan layanan pendidikan untuk seluruh warganya dan dimana tidak ada satupun yang tertinggal, terlupakan atau terpinggirkan untuk mendapatkan akses pendidikan tersebut.


Akan tetapi ditengah pandemi saat ini siatuasi kehidupan memaksakan untuk melakukan revolusi besar-besarann dalam bidang pendidikan terkhusus teknologi dan komunikasinya. Tidak sedikit para perempuan yang sudah memiliki peran sebagai ibu mendapatkan culture shock dalam pendampingan belajar secara daring melalui rumah, gagap teknologi menjadikan salah satu hambatan yang utama. Penting bagi perempuan untuk membangun komptensinya dan tidak membatasi diri dengan hanya norma maupun kebiasaan dapur, sumur dan kasur. Penguasaan sains dan teknologi bukan hanya kewajiban segelintir orang yang berprofesi dalam hal tersebut entah guru maupun pekerjaan lainnya.


Partisipasi aktif perempuan dalam dunia STEM tidak diharuskan sampai menerbitkan artikel ilmiah bahkan menyabel nobel. Diawali dengan Langkah kecil menguasai teknologi sehari-hari dari HP mapun Laptop yaitu akses e-learning, zoom maupun portal pendidikan daring lainnya. Pemerintah maupun instansi swasta sudah banyak yang menyediakn secara gratis modul maupun materi pembelajaran akan tetapi mau tidaknya mengembangkan diri tergantung pada masing-masing individu dan lingkungan apakah mensupport atau justru malah menyepelekan karena bukan ranah dan kewajiban perempuan.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.