presentasi konsep digitalisasi perpustakaan
|

Literasi Menjajaki Digitalisasi

Sambutan dari Anggota DPRD kabupaten Pasuruan untuk membuka diskusi E-Lib di Pasuruan

Pemenuhan akan kebutuhan informasi semakin hari kian meningkat. Seiring dengan berjalannya waktu, masyarakat menghendaki adanya kemudahan dalam mengakses berbagai macam informasi. Baik berita, umum, kesehatan atau bahkan akademik semua berkeinginan untuk bisa menjangkaunya dengan lebih cepat, mudah dan akurat. Hal ini tentu saja tidak terlepas dari minat baca para masyarakat. Tulisan dan bacaan seharusnya sudah terintegrasi ke arah digital hingga ke level terdalam dan mencakup semua lini agar dapat menjadikan bacaan tersebut lebih “merakyat”. Lalu, apakah Pasuruan sudah sadar akan hal ini?

Pemuda Pasuruan kembali melakukan inovasi. Bersama-sama dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pasuruan, Imam dan Zakki optimis “melek” literasi lewat digitalisasi. Siang itu (6 September 2021) Imam dan Zakki ditemani oleh Bapak Sugiarto selaku perwakilan dari DPRD Kabupaten Pasuruan menyampaikan gagasan mereka mengenai optimalisasi perpustakaan di masa sekarang. Hal ini dilatarbelakangi oleh beberapa hal, diantaranya yakni minat baca masyarakat yang kian meningkat dari tahun ke tahun (Pasuruankab.go.id, 2016), selain itu juga meningkatnya jumlah pemuda Pasuruan yang mengenyam pendidikan tinggi yang berarti akan dibutuhkan lebih banyak literasi untuk memfasilitasi mereka dan masih banyak faktor lainnya.

Dalam diskusi tersebut, Imam mengungkapkan bahwa ia ingin memprakarsai digital library untuk Kabupaten Pasuruan di bantu oleh rekan-rekannya dan membutuhkan support dari pemerintah terkait setempat. Bak gayung bersambut, kedatangan dan maksud para pemuda inspiratif ini juga di respon secara positif oleh pihak Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pasuruan. Mereka juga mengharapkan adanya ide-ide segar dan kontribusi dari para pemuda lokal Pasuruan untuk bersama-sama membangun Pasuruan Lebih baik.

Dalam paparannya, Imam menjelaskan bahwa sudah saatnya para penikmat baca memiliki akses yang lebih mudah, cepat dan trusted untuk bisa menikmati bacaan yang mereka inginkan. Selain itu ia juga mencetuskan adanya fitur media sosial dalam digital libary tersebut sehingga para aggota tidak hanya terbatas untuk meminjam buku saja tapi mereka juga bisa saling berinteraksi dan bertukar pendapat mengenai buku ataupun aktifitas perpustakaan. “Nanti akan ada fitur seperti social media dalam digital library-nya. Jadi para member akan bisa saling komunikasi dan bertukar informasi dan pendapat dalam digital library tersebut. Mereka juga bisa membuat forum diskusi disana” tutur Imam.

Imam dan Zaki bersama jajaran dinas Kominfo Kabupaten Pasuruan

Selanjutnya, usulan ini akan dikaji lebih dalam lagi oleh pihak Dinas Kerasipan dan Perpustakaan Kabupaten Pasuruan. Kedua belah pihak sama-sama berharap dengan adanya ide ini dapat menjangkau lebih banyak lagi masyarakat untuk menumbuhkan minat baca mereka. Imam dan Zakki merupakan anggota aktif dari Pasuruan Youth Forum. Imam menjabat sebagai Head of Infokom dan Zakki sebagai Head of Human Resources di organisasi tersebut. Pasuruan Youth Forum merupakan organisasi yang bergerak di bidang sosial pendidikan dan terus mengupayakan agar pemuda Pasuruan bisa terus berdaya untuk menyokong Pasuruan yang lebih baik

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.